SDM yang Baik Melahirkan Struktur Organisasi yang Hidup

Published on October 10th, 2012 by Editor | Category: Kolom


Ahmad-HeryawanOleh H. Ahmad Heriyawan, Lc.

Ormas Islam, termasuk PUI, mempunyai kedudukan sebagai wadah bagi masyarakat, untuk mengekpresikan kepeduliannya terhadap pengembangan da’wah, pengembagan diri, juga pengembangan perekonomian, pertanian, sosial dan lain-lainnya.

Selain tempat untuk mengekpresikan diri masyarakat juga sebagai wadah untuk melaksanakan pembinaan bagi masyarakat. Pembinaan tersebut sangat luas dari mulai pembinaan keagamaan dalam arti menjaga akidah umat ini, jangan sampai terkontaminasi dengan hal-hal yang membuat rusaknya akidah, tarbiyah, meluruskan pada masyarakat melaksanakan ibadah kepada Allóh SWT, sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Sunnah Rosulullóh SAW. “Shollú kamá roaitumúní ushollí”(sholatlah kalian sebagaimana aku melaksanakan sholat) atau “Khudzú anní manásikakum”.

Ormas mempunyai peran yang sangat besar untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat dalam hal akidah, ibadah, dan akhlak. Ormas juga menjadi sebuah lembaga pemberdayaan bagi masyarakat. Jadi, masyarakat, secara ekonomi maupun sosial dan pendidikan juga diberdayakan oleh ormas, dan dampak baiknya berupa infak, sedekah, itu dikelola oleh ormas itu sendiri.

Dalam waktu yang sama Ormas juga menjalankan beberapa fungsi kenegaraan, seperti pendidikan. Pendidikan itu merupakan tugas Negara. Rupanya dalam sejarah Indonesia, ormas rupanya telah berfungsi terlebih dahulu dari pada Negara. Jadi, sebelum ada Negara Republik Indonesia ini, ormas sudah ada yang mempunyai pesantren, sekolah dan tempat pendidikan lainnya, dan ketika Negara Republik Indonesia merdeka fungsi ormas ini dikelola oleh Negara. Tetapi sampai hari ini ormas tetap menjalankan fungsi itu, sehingga tidak sedikit ormas  yang mempunyai TK, SD,SMP,SMA bahkan perguruan tinggi. Padahal pendidkan itu khususnya di Jawa Barat merupakan tugas pemerintah.

PUI merupakan ormas yang ikut melakukan memberdayakan, pembinaan pada masyarakat  sama seperti ormas-ormas yang lainnya. Tetapi PUI di Jawa Barat itu mempunyai peran lebih, sebab “leubeutna” PUI itu banyaknya di Jawa Barat.

Dalam konteks sejarah PUI, Jawa Barat itu harus dijadikan centre, pusat organisasi PUI. Sebab lahir di Jawa Barat, Besar di Jawa Barat , kemudian ramai di Jawa Barat, banyak peran juga di Jawa Barat. Oleh karenanya, PUI harus menjadi ormas yang paling depan dalam memberdayakan dan membina masyarakat di Jawa Barat ini dibanding dengan ormas-ormas yang lainnya, dengan pembinaan yang lebih baik.

Semakin banyak cabang-cabang PUI di Jawa Barat ini juga akan semakin banyak perannya di Jawa Barat akan semakin baik. Sebab begini, akan sangat ideal kalau masyarakat itu masuk ke berbagai ormas yang ada, sebab pembinaannya akan lebih baik, dibandingkan dengan masyarakat yang tidak berormas, kalau di dalam ormas jelas pembinaan keagamaannya akan terarah, terbina.

Strateginya, mungkin perlu ada evaluasi terhadap jumlah masyarakat yang ikut serta menjadi anggota dan aktif di ormas-ormas yang ada. Itu perlu ada evaluasi, jangan-jangan prosentasinya rendah, kalau rendah tentu ormas sebagai wadah pembinaan umat harus ditaati oleh segenap masyarakat. Katakanlah kalau masyarakat itu 90 % ada di ormas-ormas, maka pembinaannya akan lebih terjaga.

TANTANGAN yang dihadapi PUI dan ormas Islam pada umumnya adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Jadi, yang paling utama harus dibenahi adalah SDM, sebab untuk memperbesar ormas, memperbesar cabang, ataupun memperbanyak kegiatan, memperbanyak sekolah, memperbanyak pesantrean itu diperlukan SDM.

Bila SDM sudah besar, maka secara otomatis sayap ormas juga akan semakin banyak dan struktur organisasi juga akan semakin hidup. Sayap-sayap kegiatannya akan semakin banyak dan bergerak dimana-mana karena kegiatannya banyak. Dan bagi ormas untuk membangun itu dan ini juga akan semakin mudah. Jadi memperbesarkan SDM, itu sama dengan memperbesarkan ormas itu sendiri.

Untuk itulah diperlukan kaderisasi. Makin banyak kaderisasi itu akan semakin banyak kader-kader baru. Dengan banyaknya kader-kader baru, maka akan semakin banyak pula hal-hal yang bisa kita lakukan secara bersama-sama, semakin banyak program-program yang bisa dilaksanakan maka akan semakin banyak pula manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Semakin banyak manfaat yang dirasakan masyarakat, maka masyarakat juga pasti akan bergabung dengan ormas itu sendiri untuk bersama-sama menggarap masyarakat yang lainnya terus secara maksimal.

Ada anggapan militansi jama’ah PUI itu nampak kurang muncul. Saya kiratidak begitu. Militansi di mana-mana hampir sama. Hanya saja, militansi itu perlu dibangun secara terus-menerus. Salah satu caranya adalah dengan kaderisasi secara secara kontinyu dan memberikan tantangan secara terus menerus pula. Sebab kalau tidak ada tantangan, maka tidak ada kesibukan.

Orang yang berhasil itu adalah orang yang tertantang dan sibuk. Orang yang banyak waktu dan tidak punya kegiatan itu bukan orang yang berhasil. Lihat orang-orang yang berhasil itu adalah orang –orang yang banyak menghadapi tantangan dan terus sibuk dengan berbagai kegiatan. (Alma’/Majalah Intisabi PUI Jabar) .*

Tags: , , , ,



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to Top ↑