Connect with us

Kabar Wanita PUI

Wanita PUI, Perspektif Teori Organisasi

Published

on

wanita puiOleh Hj. Munifah Sudjai, M.Pd

Organisasi Wanita PUI adalah organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Organisasi ini berasaskan Islam, berpedoman kepada Al-Qur’an dan As-Sunah, menurut pemahaman ahli sunnah wal jama’ah.

Landasan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara 1945.

Wanita PUI berfungsi kedalam dan keluar. Kedalam, membina, membimbing, dan mengembangkan potensi anggota Wanita PUI. Keluar, menjaga citra dan menjalankan visi dan misi Persatuan Umat Umat Islam (PUI).

Tujuan Wanita PUI adalah mewujudkan pribadi muslimah yang menjalankan hidup dan kehidupannya sesuai dengan tuntunan Syari’ah Islam.Tujuannya ini begitu ideal.

Dalam usahanya mencapai tujuan tersebut, organisasi Wanita PUI berusaha:

  1. Membina anggota Wanita PUI tentang pemahaman dan pengmalan ajaran Islam secara Kaaffah diatas landasan Aqidah Islamiyah.
  2. Meningkatkan ghirah anggota Wanita PUI untuk beramal ibadah dan bermuamalah yang sesuai dengan agama Islam.
  3. Melakukan upaya-upaya untuk mewujudkan rumah tangga atau keluarga sakinah mawwadah warahmah (bahagia dan sejahtera).
  4. Menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, dan pengkajian bagi pengembangan sumber daya wanita dalam upaya menyejahterakan bangsa dan negara.
  5. Memberikan pemahaman mengenai hak asasi manusia, hukum, dan pengertian politik dalam hidup bermasyarakt dan bernegara.
  6. Melakukan kerja sama dengan lembaga di lingkungan PUI untuk mencapai tujuan PUI secara menyeluruh.
  7. Mengadakan kerjasam dengan pemerintah dan organisasi wanita lainnya dalam memberdayakan potensi wanita dengan memperhatikan visi dan misi yang sama.
  8. Memberdayakan ekonomi anggota wanita PUI untuk menuju kemandirian umat dalam ekonomi dalam segala aspek kehidupan.

Mewujudkan usaha tersebut tidaklah mudah. Karenanya, harus ada kesungguhan dan konsistensi para penggeraknya.

Wanita PUI dalam perjalanan menggerakan organisasi banyak mengalami tantangan intern, ekstern, dan pasang-surut dalam menjalankan roda organisasi.

Begitu juga dalam mengarungi daur hidup organisasi Wanita PUI ini, ketika mulai berdiri dan berkembang mengalami kemajuan dan kemunduran.

Kemajuan dan kemunduran adalah dua tahap yang harus dijalani oleh setiap organisasi. Daur ini dijadikan sebagai pelajaran dan pengalaman untuk dasar perjuangan dalam menggerakan dan melestarikan organisasi ini.

Banyak literatur teori organisasi yang mengemukakan pandangan tentang bias pertumbuhan. Saat organisasi makin besar, akan makin baik adalah konsisten dengan prasangka kemajuan (pertumbuhan) tersebut. Demikian pula halnya dengan keyakinan, kemajuan (pertumbuhan) akan meningkatkan kelangsungan hidup, sama artinya dengan keefektivan gerak organisasi dan mewakli keberhasilan.

Wanita PUI selain berusaha untuk meraih kemajuan pertumbuhan, harus siap dan dapat mengelola saat terjadinya kemunduran organisasi. Dalam mengelola kemunduran bukan saja berarti harus mengembalikan apa yang telah dilakukan pada masa pertumbuhan. Tetapi harus dapat meninventarisasi penyebab terjadinya kemunduran dan mencari solusi bila mengalami suatu kemunduran.

Daur itu alami yang mencirikan dinamika dan tingkat perubahan baik dalam memfungsikan struktur maupun loyalitas penggerak selama terjadinya kemunduran.

Kemunduran ini bisa sesaat atau berjalan panjang, yang idealnya tidak terdapat pada masa pertumbuhan. Kemunduran ini mengakibatkan meningkatnya energi para pengerak organisasi, karena harus dapat mengelola perubahan. Energi ini akan digunakan lebih besar selama terjadinya kemunduran dibandingkan dengan waktu pertumbuhan.

Penggerak harus bijak pada saat terjadinya kemunduran, karena ada kemungkinan para penggerak (pengelola) akan menghadapi konflik yang lebih tinggi, permainan politik yang bertambah, penolakan yang meningkat terhadap perubahan, dan kehilangan kredibilitas.

Menghadapi semua itu, Wanita PUI berusaha dengan upaya menjernihkan strategi organisasi, meningkatkan komunikasi, mensentralsasi pengembilan keputusan, mendesain kembali struktur dan program kerja, serta mengembangkan inovasi terhadap hal-hal yang dianggap perlu.*

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita PUI

Wanita PUI Jabar Gelar Pelatihan Bimbingan Pernikahan

Published

on


Foto Pelatihan Bimbingan Pernikahan bagi
Ummahat dan Akhowaat. Foto/Zoom
Bandung – Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Wanita Persatuan Ummat Islam (Wanita PUI) Jawa Barat, Dra. Hj. Titin N Nisrinati, M.M mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Bidang hukum dan keluarga DPW Wanita PUI Jabar karena telah melaksanakan Pelatihan Bimbingan Pernikahan bagi Ummahaat dan Akhowaat. 

Titin mengatakan, Kegiatan pelatihan Bimbingan pernikahan ini merupakan langkah positif bagi Ummahaat dan Akhowaat dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Selain itu, tujuan Pelatihan ini adalah agar Peserta mengetahui konsep persiapan pernikahan secara islami sesuai  dengan sunah Rasul agar terbentuk keluarga Islami dan membangun Generasi Rabbani. Memotivasi peserta agar mampu mempraktekkan materi seminar dalam kehidupan nyata terutama mengenai konsep ta’aruf dan walimah yang sesuai dengan syariat Islam. Menambah wawasan peserta tentang proses ta’aruf dan menciptakan pelaminan syurga (menemukan jodoh dunia akhirat). Peserta mengetahui tips berkomunikasi yang efektif dengan orang tua dalam proses mencapai pernikahan sesuai dengan syariat Islam. Hal itu diungkapkan Titin dalam acara pelatihan Bimbingan pernikahan yang diikuti oleh Perwakilan seluruh Dewan Pengurus Daerah Wanita PUI Se-Jawa Barat dan Perwakilan dari Pemudi PUI dan HIMA PUI. 

Kegiatan Pelatihan Bimbingan Pernikahan bagi Ummahaat dan Akhowaat ini dirasa pula penyajian yang sangat renyah karena materi dibawakan langsung oleh para Fasilitator yang mahir dalam bidangnya, beliau adalah Hj. Ucu Hayati, M.Ag dan Hj. Nierna, M.Ag. Pelatihan berlangsung di Aula PW PUI Jawa Barat, Kota Bandung, Minggu (24/2/2019).


Dengan diadakannya acara pelatihan ini, materinya tentang “Menuju pernikahan Sakinah, Mawaddah dan Warrahmah”. Lebih banyak hikmah dan makna yang diambil dari materi yang disampaikan pemateri yang sangat luar biasa. Banyak yang diambil, salah satunya bagaimana menghadapi problematika kehidupan  kelak pasca pernikahan, bagaimana menghadapi situasi-situasi yang tidak bisa kita bayangkan, bagaimana pranikah kedepannya, bagaimana menghadapi anak usia dini sampai ke dewasa. Ungkap Nur Fitria salah satu Peserta perwakilan dari HIMA PUI Komisariat UHS PUI Bandung.

Continue Reading

Berita PW

PELATIHAN BIMBINGAN PERNIKAHAN

Published

on

Foto by Azis Sanjaya
Dalam memulai ibadah kita dianjurkan untuk terlebih dahulu memiliki ilmu sesuai dengan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.  Begitu pula dalam memulai pernikahan yang merupakan bentuk ibadah yang mampu menyempurnakan sebagian agama kita, tentu kita harus mempersiapkan ilmu yang sesuai dengan yang dicotohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Banyak Muslimah yang hanya menunggu tanpa mempersiapkan dan akhirnya pernikahan hanya sekedar bentuk ceremonial dan bentuk kehidupan yang kurang bernilai, sehingga muncul kehidupan kawin-cerai, perselingkuhan, hingga kekerasan dalam rumah tangga dalam pernikahan.
Begitu pun orang tua yang akan menikahkan putra-putrinya perlu menyiapkan hal-hal yang berhubungan dengan “ilmu pernikahan” yang perlu diketahui oleh anaknya yang akan menikah, di samping hal-hal yang berhubungan dengan sarana dan prasarana penyelenggaraan pernikahan, Dewan Pengurus Wanita PUI Jawa Barat memandang penting orang tua yang akan menikahkan puta-putrinya yang akan menikah agar dapat membangun rumahtangga sesuai dengan surat Ar Rum ayat 21 seperti tersebut di atas. Oleh karena itu Kami akan menyelenggarakan Pelatihan Bimbingan Pernikahan bagi Ummahaat dan Akhowaat, suatu kegiatan yang diperuntukan bagi kaum ibu (Ummahaat) dan kaum remaja (Akhowaat). Diharapkan melalui kegiatan ini Kaum ibu lebih meningkat pemahaman dan wawasannya tentang persiapan pernikahan (pra nikah) dan kelanjutannya setelah menikah (pasca nikah) sebagai bekal untuk pribadinya dan anak-anaknya yang akan menikah maupun yang sudah menikah.  Begitu pun kaum remaja diharapkan dapat menerima ilmu pernikahan yang tentunya akan berguna bagi dirinya sebagai bekal untuk kehidupan berumah tangga. 
Kegiatan ini insha Allah akan dilaksanakan pada hari Minggu, 24 Februari 2019 di Sekretariat Pengurus Wilayah PUI Jawa Barat, Jalan Sandang No 1 – Cirenggot- Sukamulya – Cinambo- Kota Bandung. Dengan peserta utusan dari seluruh Dewan Pengurus Daerah Wanita PUI Se-Jawa Barat berserta Pemudi PUI dan Hima PUI. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan:
  1. Peserta mengetahui konsep persiapan pernikahan secara islami sesuai  dengan sunah Rasul agar terbentuk keluarga Islami dan membangun Generasi Rabbani.
  2. Memotivasi peserta agar mampu mempraktekkan materi seminar dalam kehidupan nyata terutama mengenai konsep ta’aruf dan walimah yang sesuai dengan syariat Islam.
  3. Menambah wawasan peserta tentang proses ta’aruf dan menciptakan pelaminan syurga (menemukan jodoh dunia akhirat).
  4. Peserta mengetahui tips berkomunikasi yang efektif dengan orang tua dalam proses mencapai pernikahan sesuai dengan syariat Islam. (Zoom)

Continue Reading

Berita PW

Korp Mubaligh Wanita PUI Jabar Gelar Tabligh Akbar

Published

on

Korp Mubaligh PW Wanita PUI Jabar 1PUIJABAR.ORG — Kegiatan rutin Wanita PUI Jabar yang terhimpun dalam Korp Mubaligh kembali menggelar kegiatan tabligh akbar. Untuk bulan Mei ini mereka menggelar acara di Masjid Agung Ujung Berung Kota Bandung, Sabtu (17/5/2014) yang dihadiri ratusan peserta.

Meski sedianya yang akan mengisi tausyiah adalah Ibu Netty Prasetyani Heryawan (Ibu Gubernur Jabar) namun karena kesibukan mengisi acara di luar kota sehingga berhalangan hadir. Hal ini tidak mengurangi antusias para ibu-ibu jamaah dalam menimba ilmu.

Sebagai pengganti Korp Mubaligh Wanita PUI Jabar menghadirkan narasumber Dr.Isep Zaenal Arifin,M.Ag dari UIN Sunan Gunung Djati. Dalam tausyiahnya Ustadz Isep membahas tentang arti dan makna shalat sesuai dengan tema tabligh akbar yakni dalam rangka menyambut Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Di hadapan ratusan ibu-ibu ustad Isep mengulas tentang beberapa kategori shalat. Diantaranya adalah shalat yang tertolak yakni shalat yang dilakukan kaum munafiqin. Mereka,jelas ustadz Isep melakukan shalat hanya untuk mendapat pengakuan manusia atau ingin dipuji. Shalat mereka dikerjakan dengan malas dan setengah hati.

“Sementara shalatnya kaum mukmin adalah shalat makbul yang dilakukan dengan khusyuk. Maka dalam Surat Al Mukminun ,Allah memberi kabar gembira bagi mereka yang khusuk dalam shalatnya. Mereka yang khusyu dalam shalat akan mendapat keberuntungan,”jelasnya.

Untuk itu ajak Ustadz Isep,meski shalat dengan kriteria khusyu sangat sulit namun sebagai seorang mukmin harus terus berusaha. Salah satu cara untuk bisa khusyu adalah dengan ikhlas dan selalu merasa Allah selalu melihat kita.

Sementara itu usai acara ,Ketua Korp Mubaligh Wanita PUI Jabar,Hj. Ati,M.Ag  kepada puijabar.org menjelaskan bahwa kegiatan   tabligh akbar tersebut diikuti 83 Majelis Taklim se-Bandung Raya dengan jumlah jamaah yang biasa hadir lebih dari 500 ibu-ibu dan telah rutin diadakan setiap Sabtu ke-3. Waktunya di mulai sejak pukul 08.00 – 11.30 wib. Selain tabligh akabar Korp Mubaligh Wanita PUI Jabar juga mengadakan acara outbond.

“Untuk bulan depan insya Allah kita akan mengadakan outbond di daerah Pangalengan. Bagi ibu-ibu yang akan ikut silakan menghubungi majelis taklimnya,nanti akan kita fasilitasi,”ujarnya.[Im@n]

Continue Reading

@ Copyright - Infokom DPW PUI Jabar