Connect with us

Kabar PUI Pusat

Makna Logo atau Lambang PUI

Published

on

logo puiOleh Drs.H. MUNANDI SHALEH, M.Si

Dasar Lambang PUI
Surat Keputusan Pengurus Besar PUI Nomor 03/PB/VII/1983 tentang Lambang PUI, yang ditanda tangani oleh Pjs. Ketua Umum (H.M. Fadil Dasuki) dan Wakil Sekjen I (S. Wanta) pada tanggal 07 Syawal 1403 H/18 Juli 1983 di Bandung.

Bentuk dan Bagian Isi Lambang PUI (Pasal 1 SK PB PUI No.03/PB/VIII/1983)
a.  Bentuknya bulat, latarnya berwarna hijau-tua melingkar pada tepinya tali (tambang) tidak berujung di atas kuning-tua.
b.  Di tengah bulatan bergambar Ka’bah berwarna hitam dengan garis tebal mendatar berwarna putih.
c. Di sekeliling Ka’bah terdapat sinar yang banyaknya 16 yang pendek dan 16 yang panjang berwarna kuning-tua.
d. Di bagian atasnya Bintang bersudut lima berwarna kuning-tua dan dibawahnya  Bulan Sabit juga berwarna kuning-tua.

Arti Bentuk dan Bagian Lambang PUI (Pasal 2 SK PB PUI     No.03/PB/VIII/1983).
a. Lambang PUI berbentuk bulat, berarti kebulatan tekad dan ‘Aqidah yang tercermin dalam Intisab PUI.
b. Tali yang melingkar tidak berujung memperlambang-kan persatuan yang teguh dan persaudaraan yang erat; tidak mudah dicerai beraikan.
c. Bintang bersudut lima perlambang ke-Maha Esa-an dan keluhuran Allah SWT.
d. Bulan Sabit memperlambangkan penuh harapan dan jiwa optimisme.
e. Ka’bah berarti titik arah dari perpaduan dalam mengabdi.
f. Sinar merupakan jama’ah (1+6 = 7 = banyak) yang kompak menuju satu titik tujuan mengabdi sekalipun tingkat sosialnya tidak sama.

Arti Warna pada Lambang PUI (lihat psl 3 SK PB PUI No.03/PB/VIII/1983):
Lambang PUI mengandung 4 (empat) warna :
a. Hitam, berarti kesetiaan dan keta’atan dalam Taqwa.
b. Putih, berarti kesucian dalam mengabdi (Ibadah) dan keikhlasan.
c. Kuning-tua, berarti kebanggaan dan kemenangan.
d. Hijau-tua, berarti kesuburan dan kesejahteraan hidup.

Pemakaian/Pemasangan lambang PUI (lihat psl 4 SK PB PUI No.03/PB/VIII/1983):
a. Lambang PUI dapat dipakai sebagai lencana, atribut resmi dan bendera;
b. Lambang PUI dapat dipasang pada ruangan dan podium gedung/bangunan resmi, Kepala Surat (Kop Surat), Formulir2 atau papan nama bangunan Madrasah/Sekolah, Majlis Umum, dsb. Dengan ukuran yang seimbang.*

DOWNLOAD MAKNA LAMBANG PUI (File PowerPoint): makna lambang pui

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar PUI Pusat

Sertifikasi Guru Tidak Tingkatkan Kualitas Anak Didik

Published

on

nurhasan_zaidi-puiPUIJABAR.ORG — Program Sertifikasi Guru ternyata tidak meningkatkan kualitas anak didik. Penilaian itu berdasarkan hasil riset dan evaluasi program sertifikasi guru, ternyata pemberian sertifikasi tidak memiliki korelasi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak didik.

Atas hal tersebut, Ketua Umum PP PUI yang juga Anggota DPR RI H. Nurhasan Zaidi, meminta pihak berwenang  terus mengawasi guru pasca mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).

Kepada wartawan di Majalengka, Sabtu (17/5/2014), Nurhasan mengungkapkan, nilai APBN untuk dana sertifikasi sebesar Rp 60,5 trilyun atau 16,3 persen dari anggaran pendidikan, harus dipertanggungjawabkan oleh guru penerima sertifikasi berupa profesionalitas mengajar.

Guru menerima sertifikasi harus meningkatkan kualitas pendidikan mengajarnya, jangan sampai guru kehabisn stok ilmu pengetahuan yang akan disampaikan kepada anak didiknya.

“Ilmu pengetahuan terus berkembang. Guru harus bisa menangkap persoalan-persoalan terbaru dan mengaktulisasikanya dalam proses belajar mengajarnya. Jangan sampai guru ketinggalan informasi dan muridnya lebih menguasai persoalan tersebut,” ungkap Nurhasan seperti dikutip pikiran-rakyat.com.

“Dana sertifikasi etrsebut lebioh besar dari anggaran infrastruktur pendidikan yang hanya Rp 10 trilyun atau 2,7 persen dari anggaran pendidikan. Maka program sertifikasi guru ini harus benar-benar terlaksana sesuai yang diamanatkan Undang-undang, yaknimeningkatnya mutu pendidikan,” tambah Nurhasan.

Dia berharap guru penerima sertifikasi mampu memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran dan mampu meningkatkan mutu pendidikan anak didiknya, tak hanya ilmu pengetahuan namun membentuk watak anak yang berahlak.

Sebelumnya Bupati Majalengka H. Sutrisno, menyampaikan hal senada, bahwa guru penerima sertifikasi harus terus dievaluasi melalui instansi terkait, jangan sampai guru penerima sertifikasi malah tidak maksimal dalam melaksanakan tugasnya, dan lebih membebani guru honorer dalam mengajar.

Menurut Bupti, kebijakan pemerintah dalam pemberian sertifikasi ini masih sangat global, nyaris semua guru menerima dana sertifikasi karena teknis penentuannya melalui testing dan beragam persyaratan lainnya.

“Kedepan agar pemberian reward ini tepat sasaran maka terhadaps emua guru harus mendapatkan pengawasan secara intensif dari semua pihak agar dana tersebut bisa dipertanggungjawabkan oleh penerima dan memiliki kolerasi terhadap peningkatan mutu pendidikan anak di sekolah,” ungkap H. Sutrisno.*

Continue Reading

DPP PUI

Seruan DPP PUI: Pilih Caleg Kader PUI dan Dikenal Baik!

Published

on

PUIJABAR.ORG — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI) menyerukan jamaah PUI dan umat Islam pada umumnya agar menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2014 alias tidak Golput dan memilih caleg dan calin DPD dari kader PUI.

Dalam seruan tertanggal 25 Februari 2014 yang ditandatangani Ketua Umum DPP PUI H. Nurhasan Zaidi dan Sekjen H. Ahmadie Thaha itu, DPP PUI juga mengemukakan kriteria caleg pilihan umat, yaitu dikenal baik, dikenal mampu, dikenal komitmen terhadap Islam, dan dikenal punya peluang terpilih. (mel/puijabar.org).

seruan pui ttg pemilu 1

seruan pui ttg pemilu 2

Continue Reading

DPP PUI

Pernyataan Sikap DPP PUI tentang Krisis Mesir

Published

on

pro mursiMesir adalah lempeng peradaban ummat Islam dan kebudayaan Timur Tengah. Apa yang terjadi di sana akan berpengaruh kepada seluruh kawasan Timur Tengah dan dunia Islam. Saat ini, tengah terjadi krisis politik dan kudeta yang dilakukan oleh militer terhadap Presiden Muhammad Mursi, presiden pertama Mesir yang terpilih oleh rakyatnya secara langsung dan demokratis.

Kami menilai bahwa perkembangan demokrasi di Mesir sudah tidak sehat karena diinterevensi oleh militer. Proses demokratisasi dan transisi demokrasi Mesir telah dibuat cacat oleh sikap militer dengan arogansi kekuatannya. Kudeta terhadap kekuasaan yang Sah tak ubahnya sebagai tirani yang tak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Selain itu, kami melihat bahwa krisis di Mesir bukan hanya masalah krisis politik saja, tetapi juga masalah eksistensi dakwah Islam di Mesir, selain berdampak buruk karena menghambat civil society dan eksistensi ormas Islam di Mesir.

Dilihat dari sudut pandang Indonesia, Mesir sudah lama berhubungan dengan Indonesia. Pada awal kemerdekaan Indonesia, Mesir adalah negara pertama di dunia yg mengakui kemerdekaan negara Republik Indonesia. Ketika itu Indonesia diwakili oleh KH. Agus Salim dan Sutan Syahrir melakukan lawatan ke Mesir di awal kemerdekaan Indonesia, dengan bantuan Ikhwanul Muslimin yang memfasilitasi pertemuan sehingga dapat menghadap ke Raja Faruk, penguasa mesir saat itu. Dalam pertemuan itulah Mesir memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia melalui perwakilan Indonesia KH. Agus Salim dan Sutan Sahrir.

Atas segala yang telah terjadi itu, kami dari Dewan Pengurus Pusat PERSATUAN UMMAT ISLAM (PUI) menyatakan sikap:

  1. Menolak segala bentuk intervensi terhadap demokrasi, termasuk intervensi asing di luar negara Mesir yang akan mencampuri urusan dalam negeri mereka dengan memanfaatkan militer dan pihak oposisi, justru akan menghancurkan peluang transisi demokrasi yang terjadi.
  2. Mendorong adanya perdamaian dengan bentuk dialog antara seluruh elemen politik dan organisasi di Mesir. Utamanya antara Ikhwanul Muslimin sebagai ormas terbesar dengan Pimpinan Militer.
  3. Sebagai sesama bangsa yg mayoritas muslim terbesar di dunia dengan rasa cinta dan ukhuwah kami turut mendo’akan agar situasi politik dan dakwah di Mesir cepat pulih kembali.
  4. DPP PUI menyerukan agar kaum muslimin di seluruh dunia membaca doa qunut nazilah untuk mendoakan saudara-saudara kita di Mesir serta diselamatkan dari pembantaian karena pertikaian.
  5. Meminta pemerintah Indonesia dan masyarakat internasional untuk mendesak lembaga HAM internasional agar berupaya semaksimal mungkin mencegah terjadinya aksi pelanggaran HAM oleh militer di Mesir terhadap rakyat civil.

Demikian pernyataan sikap dan seruan Persatuan Ummat Islam. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa para korban civil di Mesir dan semoga krisis di Mesir segera berakhir, aamiin.

Jakarta, 05 Juli 2013/26 Sya’ban 1434 
Dewan Pengurus Pusat PERSATUAN UMMAT ISLAM (PUI),
H. Nurhasan Zaidi  (Ketua Umum)
H. Ahmadie Thaha (Sekretaris Jenderal)

Continue Reading

@ Copyright - Infokom DPW PUI Jabar