Connect with us

Kajian

Prinsip Kepemimpinan dalam Islam

Published

on

HM Ilyas Oleh HM Ilyas

Kepemimpinan adalah kemampuan  untuk menggerakkan orang untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan merupakan keterampilan yang bisa dipelajari dan dilatihkan. Kepemimpinan, baik kepemimpinan yang formal maupun kepemimpinan nonformal memiliki fungsi dan tanggung jawab yang sama dalam menciptakan keharmonisan manusia dan kesejahteraan ummat.

Dalam rangka menciptakan keharmonisan manusia dan kesejahteraan ummat,  seorang pemimpin harus menerapkan dan berpedoman pada prinsip-prinsip yang mampu melahirkan keharmonisan dan kesejahteraan. Prinsip dasar kepemimpinan lahir dari nilai-nilai islam.

Prinsip-Prinsip Kepemimpinan Dalam Islam

a)   Hikmah

Pemimpin yang baik harus bisa mengajak orang lain dengan penuh hikmah.

b)   Diskusi

Jika ada perbedaan, maka diskusikanlah dengan baik.

c)    Pelajaran yang baik

Orang akan ikhlas menerima perintah jika memahami manfaat pekerjaannya dengan baik.

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ

أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (125)

“Serulah (manusia) kepada jalan Alloh SWTmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Alloh SWTmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (An-Nahl : 125)

d)   Qudwah (Memimpin lebih efektif dengan contoh)

) لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (21)

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh SWT dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh SWT. “  (Al-Ahzab : 21)

Qudwah adalah sarana yang paling ampuh dalam memimpin. Bahkan melebihi sarana lain seperti ucapan. Sebuah ungkapan menyatakan, perbuatan satu orang di hadapan sepuluh orang jauh lebih berpengaruh daripada perkataan sepuluh orang di hadapan satu orang. Prinsip inilah yang mesti ditanam pertama kali oleh setiap pemimpin agar mencapai kesuksesan.

e)   Musyawarah

Jika ada perintah  yang akan dikerjakan, maka sebaiknya dilakukan dengan musyawarah. Musyawarah adalah prinsip pertama dalam kepemimpinan Islam. Dalam Al-Qur’an dinyatakan dengan jelas bahwa pemimpin Islam wajib mengadakan musyawarah dengan orang yang mempunyai pengetahuan atau dengan orang yang dapat memberikan pandangan yang baik.

Begitupun dengan Nabi Muhammad. Dalam kepemimpinannya, Rasulullah bermusyawarah dengan kaum muslimin dalam banyak hal dan di berbagai macam situasi. Beliau mengambil pendapat kaum muslimin untuk keluar mengikuti  Perang  Badar memerangi kaum Quraisy. Beliau mengambil pendapat Hubab ibnul – Mundzir yang mengusulkan untuk membuat sumur air minum di belakang tentara kaum muslimin pada Perang Badar.

Beliau juga pernah mengikuti pendapat kaum muslimin  untuk  keluar  dari  Madinah menuju bukit Uhud menyambut pasukan kaum kafir Quraisy, meskipun beliau mengetahui bahwa ini adalah keputusan yang keliru. Beliau pun bermusyawarah dengan Salman Al-Farisi, ketika ia mengusulkan untuk menggali parit disekeliling Madinah.

Selain hal-hal tersebut, masih banyak lagi situasi-situasi di mana Nabi dan para sahabat serta para Khalifah sesudahnya senang bermusyawarah dan berdiskusi bersama kaum muslimin. Hal ini merupakan aktualisasi dari firman Alloh SWT,

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (38)

“Dan orang-orang yang menerima seruan Alloh SWT dan mendirikan shalat, sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang kami berikan kepadanya”.(QS.42:38).

f)     Ikatan hati

Pemimpin harus memiliki kelembutan hati dan saling mendo’akan dengan orang yang dipimpinnya. Kelembutan hati merupakan salah satu rahasia sukses kepemimpinan dari Rasulullah yang bergitu abadi hingga kini. Ia mengedepankan sikap lemah-lembutnya kepada umatnya. Beliau bisa marah, tapi sikap pemaafnya begitu luas terasa, bahkan Alloh SWT menggambarkan dalam Al-Qur’an:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

“Muhammad itu adalah utusan Alloh SWT, dan orang-orang yang bersama dengan dia dalah keras terhadp orang-orang kafir, tetapi berkasih-sayang sesama mereka.”(QS al-Fath:29)

g)   Empati dan kelembutan hubungan.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (159)

Maka disebabkan rahmat dari Alloh SWT kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu (maksudnya : urusan peperangan dan hal-hal duniawiahan lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya). Kemudian apabila kamu telah membuatkan tekad, maka bertaqwalah kepada Alloh SWT. Sesungguhnya Alloh SWT menyukai orang yang bertaqwa kepada-Nya.”(Ali Imran:159).

Seorang pemimpin yang baik harus bisa berempati kepada orang-orang yang dipimpinnya.

h)   Keadilan

Jadilah pemimpin yang adil dan tidak memihak.Islam mengajarkan agar pemimpin mampu bersikap adil dan tidak memihak kepada yang kuat dan menindas yang lemah. Saking pentingnya keadilan dalam kepemimpinan Islam, Alloh SWT. menjanjikan (dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah) bahwa pemimpin salah satu di antara 7 (tujuh) golongan yang dinaungi Alloh SWT pada hari yang tiada naungan selain naungan-Nya.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ  أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا (58)

“Sesungguhnya Alloh SWT menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Alloh SWT memberi pengajaran, yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Alloh SWT adalah Maha Mendengar Lagi Maha Melihat.”(An-Nisaa:58)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَنْ تَعْدِلُوا وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا (135)

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar pegak keadilan, menjadi saksi karena Alloh SWT biarpun terhadap dirimu sendiriatau Ibu-Bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau pun miskin, maka Alloh SWT lebih tahu kemaslahatannya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Alloh SWT adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.”(An-Nisa:135).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (8)

“Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi oaring-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Alloh SWT menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk belaku adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Alloh SWT, sesungguhnya Alloh SWT Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(Al-Ma’idah:8).

i)     Kebebasan berpikir, berkreativitas, dan berijtihad.

Rasul menerima pendapat lokasi Perang Badar dan strategi Perang Parit (Khandak) dari Salman al-Farisi. Rasulullah selalu memberikan kebebasan berpikir, berkreativitas, dan berijtihad kepada umatnya. Jadi, alangkah baiknya jika seorang pemimpin melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Rasulullah Muhammad SAW.

Dengan memberikan kebebasan berpikir, bekreativitas, dan berijtihad, orang-orang yang anda pimpim akan berkembang lebih baik dan lebih bermanfaat.

j)     Dapat memanfaatkan potensi orang lain.

Rasul mempercayakan misi ke Habashah, Yaman, dan lain-lain kepada para sahabatnya. Pemimpin yang baik akan menggali semua potensi yang ada pada anak buahnya dan memanfaatkannya untuk mengembangkan organisasi. Dia akan merasa senang ketika dalam masa kepemimpinannya muncul anak buah yang cerdas, suka bekerja keras, dan ikhlas beramal karena Alloh SWT. Dia akan memanfaatkan potensi anak buahnya untuk menunjang kelancaran tugas-tugasnya karena Alloh SWT.

“Pemimpin yang baik akan memberikan kesempatan kepada anak buahnya untuk mengembangkan potensinya.”

Pemimpin berkewajiban membantu anak buahnya untuk mengembangkan potensinya. Sudah seharusnya, seorang pemimpin memberikan kesempatan dan memfasilitasi anak buahnya berkembang.*

—  Drs. H.M. ILYAS, M.Ag. MPS.Sp., Kabid. Pendidikan dan Hukum DPW PUI Jawa Barat

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kajian

Qiyāmullail Menolak Adzab Mengundang Rahmat

Published

on

Oleh : Dr. Wido Supraha (Wakil Ketua DPP PUI)
Qiyāmullail menolak adzab, demikianlah pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah mimpi Abdullāh ibn ‘Umar r.a. ketika usia muda belia, yang pernah diceritakannya kepada Hafshah r.a., dan Hafshah r.a. menceritakannya kepada Nabi , tentang diperlihatkannya Neraka. Ketika itu, Nabi justru menjawab makna mimpi tersebut dengan memotivasi Ibn ‘Umar r.a. agar selalu qiyāmullail, berdiri di setiap malam sambil membaca Al-Qur’ān dan menikmati kandungannya, qiyām ma’a Al-Qur’ān.

Jika Nabi Muhammad diwajibkan untuk selalu qiyāmullail, sebagaimana Surat Al-Isrā’ [17] ayat 79, agar menempati Tempat Terpuji (al-Maqām al-Mahmūd), tempat beliaumemohonkan syafa’atnya bagi umatnya, maka siapapun yang mengikuti Nabi dalam qiyāmullail tentu akan mendapatkan pujian dari Allāh sebagaimana Surat As-Sajdah [32] ayat 16 dan Surat Adz-Dzāriyat [51] ayat 17, yaitu digelari dengan muhsinin sebagai ciri keimanan dan ketakwaan. 

Ilustrasi by Google

Nikmatilah qiyāmullail sebagaimana Nabi menikmatinya hingga bengkak kedua telapak kaki beliau . Begitu begitu menikmatinya, sehingga terkadang beliau membaca Surat Al-Baqarah, An-Nisā dan Āli ‘Imrān dengan tartil, penuh pemaknaan, di rakaat pertama qiyam-nya. Terkadang cara beliau menikmati qiyām-nya dengan mengulang-ulang satu ayat sepanjang malamnya, baik ketika berdiri, ruku’, sujud dan berdo’a, seperti ketika membaca Surat Al-Māidah [5] ayat 118.

Keshalihan individu didorong untuk melahirkan keshalihan sosial. Setiap manusia yang telah merasakan nikmatnya qiyāmullail secara individu didorong untuk membagi kenikmatan itu kepada orang-orang terdekatnya, dimulai dari keluarganya, seperti istri, anak bahkan menantu, sebagaimana perintah Allah dalam Surat Thaha [20] ayat 132. Suami yang selalu berusaha membangunkan istrinya, seperti dengan memercikkan air ke wajah istri tercintanya, sehingga mereka berdua dapat melakukan qiyāmullail berjama’ah akan mendapatkan tambahan gelar: adz-Dzākirīn wa adz-Dzākirāt. Begitu pun teladan Nabi yang membangunkan Ali r.a. dan Fathimah r.a. untuk mengerjakan qiyāmullail menegaskan mulianya saling tolong-menolong (ta’āwun) dalam kebaikan dan ketakwaan.

Meraih nikmatnya beribadah harus menjadi keinginan kuat hamba Allah yang pandai bersyukur. Membiasakan tidur di awal malam agar dapat bangun di ⅓ akhir malam untuk menikmati kandungan bacaan Al-Qur’an-nya sembari menguatkan hafalan (murāja’ah) adalah kebiasaan orang-orang shalih. Kenikmatan yang dampaknya tidak saja melahirkan kesehatan jiwa namun juga kesegaran jasad di sepanjang hari itu.

Mengejar kualitas qiyāmullail adalah lebih utama daripada sekedar kuantitas jumlah raka’at. Jika mengantuk maka boleh ditidurkan kembali sekedar untuk menghilangkan rasa kantuk dan agar proses tadabbur Al-Qur’ān tetap dapat berjalan baik. Setiap manusia tentu memiliki kebiasaan qiyāmullail yang tidak sama dalam hal kuantitas dan kualitas, namun tetaplah bertahan dalam menjaga kebaikan yang telah dimulai seperti merutinkan qiyāmullail ini, karena meninggalkan kebiasaan baik adalah sebuah kehinaan. 

Seorang laki-laki yang berat menegakkan qiyāmullail tanpa adanya udzur adalah karena disebabkan kedua telinganya yang dikencingi syaithan paska melilitkan 3 (tiga) ikatan pada diri manusia. Ketiga ikatan ini hanya bisa dilepas dengan berusaha bangun di waktu malam sembari mengingat Allāh , berwudhu dan kemudian qiyāmullail. Tegakkanlah qiyāmullail meskipun hanya witir sebelum tidur. Tegakkanlah qiyāmullail meskipun hanya sempat shalat witir satu rakaat menjelang masuk waktu Subuh.

Tidak saja menolak adzab Allāh, kebiasaan manusia membagi salam dan makanan di siang hari, dilanjutkan qiyāmullail di waktu manusia sedang tidur, akan mengundang rahmat-Nya dan memasukkan pengamalnya ke Jannah dengan penuh kedamaian. Oleh karenanya, qiyāmullail adalah shalat yang afdhal setelah shalat wajib (fardhu), sementara qiyāmullail yang afdhal adalah yang paling lama berdirinya.

Kebiasaan qiyāmullail akan melahirkan pola tidur Muslim dalam 3 (tiga) waktu yakni tidur di awal malam, dilanjutkan paska qiyāmullail sambil menanti Subuh (jika dibutuhkan), serta tidur menjelang Zhuhr yang disebut qailulah (jika mudah dikerjakan), sebagaimana surat An-Nūr [24] ayat 58. Kehidupan harian seorang Muslim fāqih dengan demikian sejatinya telah dimulai sekitar kurang dari pukul 2 (dua) dinihari, karena ⅓ (sepertiga) akhir malam dimulai di waktu ini. Di waktu inilah ia mulai mencari waktu yang paling mustajab sambil berdiri dan ia pun menyempurnakannya dengan banyak memohon ampun (istighfār) di waktu sahur.

Sekali lagi, menikmati qiyāmullail harus menjadi target utama. Agar tidak cepat lelah, hendaknya memulai malam dengan 2 (dua) raka’at yang ringan. Begitu utama keutamaan qiyāmullail sehingga ketika karena sesuatu hal seseorang tidak dapat meninggalkannya dibolehkan menggantinya dengan 12 (dua belas) rakaat di di siang hari. Begitu utama bacaan Al-Qur’an di kala qiyāmullail, sehingga tatkala suatu malam ia tertidur sehingga tidak dapat membaca bagian (hizb) yang direncanakannya, maka dapat diganti dengan membacanya di antara waktu Subuh dan Zhuhr, insyā Allāh akan mendapatkan pahala yang sama. Wallāhu a’lam. (Zoom)
Continue Reading

Berita UPZ

Sedekah Subuh, Sedekah Harian Anda dan Keluarga

Published

on

Nah, di antara sekian banyak waktu dalam sehari, subuh merupakan saat yang paling utama untuk bersedekah. Sedekah subuh, begitu orang-orang biasa menyebutnya. Keutamaan sedekah pada waktu subuh tertuang dalam hadis yang artinya:
“Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, ‘Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak’, sedangkan yang satunya lagi berdoa ‘Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya.” – HR. Bukhari & Muslim
1. Didoakan Malaikat
Dari hadis di atas diketahui bahwa siapa pun yang melaksanakan sedekah subuh, maka baginya kemudahan rezeki. Sebaliknya, malaikat mendoakan kebinasaan dan kebangkrutan pada siapa saja yang tidak mau berinfak dan menyumbangkan sebagian hartanya.
2. Dilipat Gandakan Hartanya
Berbagi tidak akan membuat kamu miskin. Begitu juga jika kamu rutin melakukan sedekah subuh. Membiasakan diri bersedekah justru akan mendatangkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka, dengan jumlah yang berlipat banyaknya. Seperti firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah: 261 yang artinya,
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.” 
3. Menghapus Dosa
Sedekah adalah amalan tambahan yang dapat menghapus dosa. Kalau kamu ingin diampuni dari segala dosa dan kesalahan, banyak-banyaklah bersedekah, terutama saat subuh. “Sedekah dapat menghapus dosa sebagimana air memadamkan api.” (H.R. Tirmidzi)
4. Menolak Bala dan Su’ul Khotimah
Tak ada seorang pun yang ingin mati dalam keadaan su’ul khotimah. Pun semua orang pasti mendambakan hidup yang penuh ketenangan, kebahagiaan, dan kenyamanan. Namun, musibah dan hal buruk lain bisa datang kapan saja.
Dengan melakukan sedekah subuh rutin, kamu akan terhindar dari segala macam kemalangan dan akhir yang buruk (su’ul khotimah). Kematian mendadak juga bisa dicegah dengan bersedekah secara rutin. Nabi bersabda, “Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk.” (HR. Tirmidzi)
Ini Keutamaan Mengamalkan Sedekah Subuh secara Rutin
“Kamu sekali-kali tidak akan sampai mencapai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfakkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa yang kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” Ali Imran: 93
Mengapa Harus Perbanyak Sedekah Subuh?
Sedekah subuh memiliki keutamaan dibandingkan sedekah pada waktu lainnya. Saat sebagian orang masih terlelap, kamu sudah sibuk meraih ridha Allah SWT dengan bersedekah. Tak selalu berupa uang, sedekah subuh juga bisa dilakukan dengan berzikir, membagi makanan, mengajar ngaji, atau melakukan kebajikan lain yang bersifat sosial. Sedekah subuh dimulai sejak azan subuh sampai terbit fajar. Lakukan sedikit demi sedikit sampai kamu bisa konsisten setiap hari.

Rekening Donasi:
Bank Syari’ah Mandiri
Nomor Rekening : 770 002 2247
an. UPZ PUI Jabar
Konfirmasi transfer via SMS/WA ke Nomor wa.me/6285651070313
an. Admin UPZ PUI Jawa Barat

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
#upz #upzpui #upzpuijabar #ramadhan #puasa #ramadan #lebaran #ramadhankareem #islam #muslim #dirumahaja #hijrah #indonesia #idulfitri #muslimah #covid #ramadhantiba #sunnah #like #hijab #corona #dakwah #puasaramadhan #bukapuasa #quran #raya #marhabanyaramadhan #umroh
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
sumber: kitabisa.com (Zoom)

Continue Reading

Kajian

Sambutlah Ramadhan Dengan Kegembiraan

Published

on

Ilustrasi by Google

Hari ini adalah hari yang paling dinanti oleh setiap muslim di seluruh dunia. Dimana datangnya bulan yang  penuh dengan keberkahan, penuh dengan ampunan, penuh dengan Keistimewaan. Alangkah bahagianya kita bisa dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. Marhaban yaa Ramadhan, Marhaban Yaa Syahrul Syiyam, Marhaban Yaa Syahrul Maghfirah.

Allah berfirman dalam Quran Surat Al-Baqarah 2:183.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Terjemah : Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Tafsir Kemenag
Para ulama banyak memberikan uraian tentang hikmah berpuasa, misalnya: untuk mempertinggi budi pekerti, menimbulkan kesadaran dan kasih sayang terhadap orang-orang miskin, orang-orang lemah yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, melatih jiwa dan jasmani, menambah kesehatan dan lain sebagainya. Uraian seperti di atas tentu ada benarnya, walaupun tidak mudah dirasakan oleh setiap orang. Karena, lapar, haus dan lain-lain akibat berpuasa tidak selalu mengingatkan kepada penderitaan orang lain, malah bisa mendorongnya untuk mencari dan mempersiapkan bermacam-macam makanan pada siang hari untuk melepaskan lapar dan dahaganya di kala berbuka pada malam harinya. Begitu juga tidak akan mudah dirasakan oleh setiap orang berpuasa, bahwa puasa itu membantu kesehatan, walaupun para dokter telah memberikan penjelasan secara ilmiah, bahwa berpuasa memang benar-benar dapat menyembuhkan sebagian penyakit, tetapi ada pula penyakit yang tidak membolehkan berpuasa.
Kalau diperhatikan perintah berpuasa bulan Ramadan ini, maka pada permulaan ayat 183 secara langsung Allah menunjukkan perintah wajib itu kepada orang yang beriman. Orang yang beriman akan patuh melaksanakan perintah berpuasa dengan sepenuh hati, karena ia merasa kebutuhan jasmaniah dan rohaniah adalah dua unsur yang pokok bagi kehidupan manusia yang harus dikembangkan dengan bermacam-macam latihan, agar dapat dimanfaatkan untuk ketenteraman hidup yang bahagia di dunia dan akhirat.
Pada ayat 183 ini Allah mewajibkan puasa kepada semua manusia yang beriman, sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelum mereka agar mereka menjadi orang yang bertakwa. Jadi, puasa sungguh penting bagi kehidupan orang yang beriman. Kalau kita selidiki macam-macam agama dan kepercayaan pada masa sekarang ini, dijumpai bahwa puasa salah satu ajaran yang umum untuk menahan hawa nafsu dan lain sebagainya. Perintah berpuasa diturunkan pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijri, ketika Nabi Muhammad saw mulai membangun pemerintahan yang berwibawa dan mengatur masyarakat baru, maka dapat dirasakan, bahwa puasa itu sangat penting artinya dalam membentuk manusia yang dapat menerima dan melaksanakan tugas-tugas besar dan suci. (quran.kemenag.go.id)


Marilah kita sambut Ramadhan dengan:

a.    Berpuasa dengan hati yang suka cita,
b.    Bersemangat dalam Menunaikan Ibadah Wajib
c.    Menghidupkan Setiap Waktu dengan Ibadah Sunnah
d.    Sering Berinteraksi dengan Alquran
e.    Menyantuni Dhuafa, Faqir dan Miskin

Allah SWT Berfirman dalam Surat Yunus 10: 58

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

Terjemah :
Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”

Tafsir Kemenag
Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar mengatakan kepada umat-Nya bahwa rahmat Allah adalah karunia yang paling utama, melebihi keutamaan-keutamaan lain yang diberikan kepada mereka di dunia. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan agar mereka bergembira dan bersyukur atas nikmat yang mereka terima, yang melebihi kenikmatan-kenikmatan yang lainnya.
Kegembiraan orang-orang mukmin karena berpegang teguh kepada Al-Qur’an digambarkan dalam ayat lain sebagai berikut: Allah berfirman: Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. (ar-Rum/30: 4) Dan firman-Nya: Dan orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan apa (kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad). (ar-Rad/13: 36) Dikatakan bahwa karunia Allah dan Rahmat-Nya lebih baik dari yang lain, yang dapat mereka capai, karena karunia Allah dan rahmat-Nya yang terpancar dari Al-Qur’an adalah kekal untuk mereka, sedangkan kenikmatan yang lain bersifat fana dan sementara, yang hanya dapat mereka rasakan selama mereka mengarungi kehidupan di dunia saja, apabila mereka kembali ke alam baka, kenikmatan yang dapat mereka kumpulkan di dunia itu tidak berguna lagi bagi mereka.(quran.kemenag.go.id)
Hadis Nabi:

أتاكم رمضان شهر مبارك. فرض الله عز وجل عليكم صيامه , تفتح فيه أبواب السماء , وتغلق فيه أبواب الجحيم , وتغلّ فيه مردة الشياطين , لله فيه ليلة خير من ألف شهر , من حرم خيرها فقد حرم

Telah datang kepada kalian ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan. (HR. Ahmad, Nasai 2106, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth). 
Diambil dari: Silabus, Talim dan Ceramah Ramadhan (Zoom)
Continue Reading

@ Copyright - Infokom DPW PUI Jabar