Hati yang mati
foto by googleAl-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah Rahimahullah berkata:الرجل: هو الذي يخاف موت قلبه، لا موت…
Organisasi Wanita PUI adalah organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Organisasi ini berasaskan Islam, berpedoman kepada Al-Qur’an dan As-Sunah, menurut pemahaman ahli sunnah wal jama’ah.
Landasan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara 1945.
Wanita PUI berfungsi kedalam dan keluar. Kedalam, membina, membimbing, dan mengembangkan potensi anggota Wanita PUI. Keluar, menjaga citra dan menjalankan visi dan misi Persatuan Umat Umat Islam (PUI).
Tujuan Wanita PUI adalah mewujudkan pribadi muslimah yang menjalankan hidup dan kehidupannya sesuai dengan tuntunan Syari’ah Islam.Tujuannya ini begitu ideal.
Dalam usahanya mencapai tujuan tersebut, organisasi Wanita PUI berusaha:
Mewujudkan usaha tersebut tidaklah mudah. Karenanya, harus ada kesungguhan dan konsistensi para penggeraknya.
Wanita PUI dalam perjalanan menggerakan organisasi banyak mengalami tantangan intern, ekstern, dan pasang-surut dalam menjalankan roda organisasi.
Begitu juga dalam mengarungi daur hidup organisasi Wanita PUI ini, ketika mulai berdiri dan berkembang mengalami kemajuan dan kemunduran.
Kemajuan dan kemunduran adalah dua tahap yang harus dijalani oleh setiap organisasi. Daur ini dijadikan sebagai pelajaran dan pengalaman untuk dasar perjuangan dalam menggerakan dan melestarikan organisasi ini.
Banyak literatur teori organisasi yang mengemukakan pandangan tentang bias pertumbuhan. Saat organisasi makin besar, akan makin baik adalah konsisten dengan prasangka kemajuan (pertumbuhan) tersebut. Demikian pula halnya dengan keyakinan, kemajuan (pertumbuhan) akan meningkatkan kelangsungan hidup, sama artinya dengan keefektivan gerak organisasi dan mewakli keberhasilan.
Wanita PUI selain berusaha untuk meraih kemajuan pertumbuhan, harus siap dan dapat mengelola saat terjadinya kemunduran organisasi. Dalam mengelola kemunduran bukan saja berarti harus mengembalikan apa yang telah dilakukan pada masa pertumbuhan. Tetapi harus dapat meninventarisasi penyebab terjadinya kemunduran dan mencari solusi bila mengalami suatu kemunduran.
Daur itu alami yang mencirikan dinamika dan tingkat perubahan baik dalam memfungsikan struktur maupun loyalitas penggerak selama terjadinya kemunduran.
Kemunduran ini bisa sesaat atau berjalan panjang, yang idealnya tidak terdapat pada masa pertumbuhan. Kemunduran ini mengakibatkan meningkatnya energi para pengerak organisasi, karena harus dapat mengelola perubahan. Energi ini akan digunakan lebih besar selama terjadinya kemunduran dibandingkan dengan waktu pertumbuhan.
Penggerak harus bijak pada saat terjadinya kemunduran, karena ada kemungkinan para penggerak (pengelola) akan menghadapi konflik yang lebih tinggi, permainan politik yang bertambah, penolakan yang meningkat terhadap perubahan, dan kehilangan kredibilitas.
Menghadapi semua itu, Wanita PUI berusaha dengan upaya menjernihkan strategi organisasi, meningkatkan komunikasi, mensentralsasi pengembilan keputusan, mendesain kembali struktur dan program kerja, serta mengembangkan inovasi terhadap hal-hal yang dianggap perlu.*